Pengusaha Jepang Jajaki Investasi di Sumbar
Minggu, 27/02/2011
Pengusaha Jepang tertarik untuk berinvestasi di Sumatera Barat. Selama tiga hari, mereka menjajaki berbagai peluang usaha. Hasil pemaparan Gubernur saat berkunjung ke Negeri matahari terbit ini.
Padang, Haluan-Promosi peluang investasi di Sumatera Barat yang dipaparkan Gubernur Irwan Prayitno di depan pengusaha dan pejabat Jepang saat berkunjung ke Negara Sakura itu pada awal Oktober 2010 lalu, ternyata membuahkan hasil. Beberapa pengusaha Jepang berminat berinvestasi di ranah minang.
Untuk itu, sejak Rabu (23/2) hingga Jumat (25/2), selama 3 hari rombongan yang terdiri dari Konselor Kagawa Hounan, Outsuka Masahiro, Pimpinan CV Inshikawanouven, Ishikawa Yoshitsugu, dan pimpinan PT Mitoyosezon, Yano Masanori ini akan berada di ranah Minang. Rombongan akan menjajaki peluang usaha yang bisa dikembangkan.
Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat, mengatakan, saat berkunjung ke Provinsi Kagawa Jepang, dia sudah mengekspose dan memaparkan seluruh potensi Sumatera Barat, misalnya usaha penangkapan tuna Sumatera Barat yang sudah menembus pasar Jepang. Tetapi peluang usaha ini belum optimal digarap sehingga produksinya belum maksimal.
Begitu pula peluang pasar usaha peternakan sapi, apalagi sebagian besar penduduknya adalah petani. Lebih separuh daerah kabupaten/kota di Sumatera Barat merupakan sentra ternak sapi. Untuk pengembangannya perlu dilakukan penanganan yang lebih baik, seperti pembibitan, pemeliharaan kesehatan, pemotongan, pengolahan daging sampai pemasarannya.
“Guna mewujudkannya tentu perlu perhatian dan penanganan serius. Misalnya dengan menjalin kerja sama dengan daerah yang lebih maju bahkan belajar pada provinsi di negara lain,” terang Irwan.
Sementara itu, tambah Gubernur, perkembangan koperasi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) belum seperti yang diharapkan karena terkendala lemahnya manajemen dan pengelolaannya. Begitu pula masalah produktivitas yang belum optimal serta daya saing produk yang masih rendah. Sementara di Jepang, UMKM dan koperasi berkembang sangat pesat. Koperasi dapat mengelola usaha mulai dari hulu sampai ke hilir. Misalnya saja di bidang teknologi pertanian, koperasi mampu mengembangkan jeruk mulai dari bibit, pemeliharaan dan pemasaran. Koperasi juga mampu mengelola peternakan sapi mulai dari pembibitan ternak, pemeliharaan, pakan ternak hingga pemasarannya.
Ia jelaskan, koperasi di Kagawa Jepang sudah lebih dari 10 tahun bekerja sama dengan Sumatera Barat dalam pemanfaatan tenaga kerja magang dari ranah minang. Diharapkan, kerja sama tersebut dapat berlanjut dan terjadi peningkatan kuantitas tenaga magang di koperasi ini.
“Koperasi di Sumatera Barat juga harus bisa diberdayakan. Pemberdayaan itu dalam bentuk kerja sama dengan koperasi yang lebih maju, seperti koperasi di Jepang dengan harapan manajemen, usaha, kualitas SDM dan permodalannya menjadi lebih baik,” ujarnya.
Suhermanto Reza, Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Kerjasama Rantau, mengatakan, jadwal kunjungan rombongan Jepang tersebut pada hari pertama hanya beraudiensi dengan gubernur. Lalu pada hari kedua berkunjung ke Kabupaten Solok mengunjungi petani sayuran dan para peternak di daerah itu. Dilanjutkan ke Kota Padangpanjang mengunjungi rumah potong hewan.
Haluan, 24 Februari 2011
