Banyak Lahan Kosong Tanda Tak Mau Merobah Diri
Selasa, 22/03/2011
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengingatkan kemiskinan dikalangan petani lebih banyak disebabkan sikap malas petani itu sendiri. Salah satu cirinya adalah masih banyaknya lahan kosong di Sumatera Barat.
”Banyak lahan kosong yang dibiarkan tidak produktif merupakan tanda kita tidak mau merubah diri. Ini yang menyebabkan kemiskinan dikalangan petani,” ucap Gubernur saat berdialog dengan kelompok tani se-Pasaman di Gapoktan Maju Berkarya Jorong Kauman, Nagari Tanjung Betung, Kecamatan Rao Selatan, Pasaman.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumbar yang dipimpinnya saat ini memang menfokuskan pemberantasan kemiskinan di kalangan petani, namun petani yang diprioritaskan dalam kegiatan pensejahteraan adalah petani yang serius dan mau bekerja keras melaksanakan usahanya.
Karena itu dia berharap, petani juga mau bekerja keras dan meninggalkan kemalasan yang ada. ”Jangan biarkan ada lahan-lahan yang kosong disekitar kita, isi dengan usaha yang produktif,” tegas Gubernur.
Pada kesempatan itu dia juga memuji upaya yang dilakukan Gapoktan Maju Berkarya Jorong Kauman tersebut yang telah mengintegrasikan antara usaha tanaman kakao dengan pengembangan ternak sapi. Upaya kelompok tersebut merupakan tingginya semangat kelompok dalam meningkatkan taraf hidup dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Dia menambahkan upaya mengintegrasikan berbagai usaha pertanian merupakan salah satu jalan yang dilakukan pemerintah Sumbar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat, khususnya petani di dorong memiliki minimal tiga usaha tani yang dikelola secara integratif.
Kabupaten Pasaman sendiri, katanya, merupakan daerah yang memiliki beragam potensi. Selain sektor pertanian tanaman pangan dan perkebunan, kabupaten tersebut merupakan sentra pengembangan ikan darat di Sumbar. Karena itu dia minta agar masyarakat terus mengembangkan potensi tersebut.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Nagari dan BRI kepada petani. Penyerahan KUR, katanya, merupakan bentuk keberpihakan Bank dalam membantu permodalan petani yang juga terus didorong pemerintah Sumbar.
Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Perkebunan Ir. Fajaruddin , Kepala Dinas Pertenakan Ir. Edwardi, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Ir. Djoni, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Ir. Yosmeri yang juga turut memberi penjelasan dalam bidangnya masing-masing.
Tabloid Pertanian, Edisi No.84/Februari/2011
