Gubernur Sumbar Pujikan Kreatifitas Warga Siguntur
Jumat, 25/03/2011
2011, DHARMASRAYA TARGETKAN 600 HA CETAK SAWAH BARU
DHARMASRAYA - Gubernur Sumbar, Prof. Irwan Prayitno dalam kunjungan kerjanya ke Dharmasraya menyempatkan diri melakukan penanaman padi tanam sebatang di areal persawahan yang cetak baru seluas 30 hektare oleh kelompok Tani Rawang Parupuk di Jorong Taratak Kanagarian yang dipusatkan di kenagarian Siguntur Dharmasraya, Rabu (23/3).
Penamanan secara simbolis itu didampingi langsung oleh Bupati H. Adi Gunawan, Kejari Pulau Punjung, Nurman, Kapolres AKBP Bambang Pristiwanto, Dandim dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumbar. Pada kesempatan itu Gubernur Irwan Prayitno sangat memuji kreatifitas warga Siguntur yang tidak membiarkan banyak lahan yang tidak bermanfaat seperti mengolah lahan yang dulunya rawa menjadi areal persawahan.
“Ini dapat menjadi contoh teladan bagi masyarakat lain dalam memanfaatkan lahan-lahan yang kosong menjadi produktif dan bermanfaat,” ujar Irwan.
Dijelaskannya, pembukaan lahan persawahan baru sebagai upaya untuk menyiapkan ketersediaan pangan di daerah. Pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran untuk mendukung masyarakat yang ingin membuka lahan baru senilai Rp7,5 juta/hektare.
Karena itu, masyarakat yang mempunyai lahan terlantar dan punya keinginan mencetak sawah baru, hanya tinggal mengajukan proposal ke instansi terkait.
“Kita terus mendorong pembukaan lahan sawah baru. Tahun 2011 Dharmasraya telah menargetkan seluas 600 hektare dan tambahan 2000 hektare pada 2012 hingga tahun 2013,’’ katanya.
Menurut gubernur, Dharmasraya saat ini masih banyak lahan tidur dan rawa yang bisa dikembangkan untuk mencetak lahan sawah baru. Karna itu, diharapkan Pemkab setempat mempersiapkan proposal untuk diajukan ke Kementerian terkait di pusat.
Selain itu, pembukaan lahan sawah baru yang telah dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Dharmasraya sejalan dengan program gerakan pensejahteraan petani (GPP) yang dicanangkan oleh pemerintah provinsi. Makanya petani yang punya motivasi itu, terus didorong, termasuk pada kabupaten lainnya yang memiliki lahan tidur terlantar.
Menurut kajian Dinas Pertanian Sumbar, lahan sawah baru produksinya untuk tahap awal sekitar 3 ton, dan setelah tahap berikutnya bisa melebihi 4 ton/hektare.
Dengan penambahan lahan baru tersebut, tentu produksi besar Dharmasraya terus mengalami peningkatan atau mampu melebihi kebutuhan lokal.
“Kini surplus produksi beras Dharmasraya sudah mencapai 35 ribu ton. Jika dilakukan penambahan tahun ini, jelas bisa mencapai surplus sekitar 50 ribu ton,” katanya.
Sementara Ismail Marzuki, Ketua Kelompok Tani Rawang Parupuk Kenagarian Siguntur kepada Singgalang mengatakan, sebelumnya areal yang telah dijadikan persawahan seluas 30 hektare itu merupakan rawa yang tidak bermanfaat. Melihat kondisi itu, pihaknya selaku pemuda di Siguntur sangat prihatin dan bersedih, sehingga ia mengambil inisiatif untuk membuat proposal bantuan ke pemerintah pusat melalui Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air.
“Proposal yang diajukanya itu akhirnya direspon dan dibantu sebesar Rp225 juta. Dana itu kita pergunakan untuk membuat bandar buang serta melakukan pencetakan sawah sepajang 1,5 km,” ujar Ismail.
Meskipun areal persawahan tersebut sudah jadi, namun pihaknya juga mengharapkan bantuan kepada pemerintah untuk dapat membangun jalan usaha tani sehingga hasil produksi pertaniannya dapat diangkut dengan lancar. (adv)
Singgalang 25 Maret 2011
http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=5059
