Mail to Friends

Hakikat Manusia

Jumat, 05/09/2008

Hakikat manusia menurut Allah adalah makhluk yang dimuliakan, dibebani tugas, bebas memilih, dan bertanggung jawab. Sebagai makhluk, manusia mempunyai sifat fitrah, lemah, bodoh, dan fakir. Namun ia diberikan kemuliaan karena mempunyai ruh, mempunyai berbagai keistimewaan, serta ditundukkannya alam ini baginya. Manusia juga diberikan beban oleh Allah SWT untuk beribadah dan menjalankan perannya sebagai khalifah di bumi untuk mengatur alam dan seisinya. Allah memberikan manusia kesempatan untuk memilih beriman atau kafir pada-Nya. Hal ini berbeda dengan makhluk lainnya yang tidak punya pilihan lain kecuali Islam. Selain itu, manusia diberikan tanggung jawab oleh Allah SWT. Mereka yang bertanggung jawab pada amal yang dikerjakannya akan diberikan surga sedangkan mereka yang tidak beramal saleh akan dilemparkan ke dalam neraka.

Allah SWT telah memberikan banyak kelebihan kepada manusia, tidak saja dalam potensi fisik yang dimiliki manusia, tetapi penciptaan alam ini diperuntukkan bagi manusia untuk dimanfaatkannya semaksimal mungkin. Bahkan seorang pakar astronomi mengatakan bahwa alam ini diciptakan untuk kepentingan manusia, hal ini disebabkan karena semua manfaat penciptaan alam seperti bumi, matahari, langit, dan sebagainya dirasakan oleh manusia. Dengan kelebihan dan keutamaan yang dimiliki manusia, maka wajarlah manusia diangkat sebagai khalifah di bumi yang ditugaskan untuk memelihara bumi dan memelihara apa saja yang ada di bumi. Kelebihan ini pula yang menjadikan manusia dimuliakan dibandingkan dengan makhluknya. Semestinya kelebihan ini menjadikan manusia bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan kita dan membalas kebaikan Allah ini dengan beribadah. Ibadah walaupun suatu beban karena keistimewaan yang dimiliki manusia, tetapi ibadah merupakan kegiatan untuk mengembalikan diri kita menjadi fitrah sehingga dalam pelaksanaan ibadah tersebut tidak lagi menjadi beban.

Kita perlu mengenal manusia tidak dari segi kelebihannya saja, tetapi juga kelemahannya sehingga pengenalan ini dapat menyadarkan manusia dalam berbuat dan bertindak. Beberapa kelemahan manusia yang disebutkan Allah SWT selain kejiwaan yang keluh kesah juga bersifat lemah, bodoh, dan bebas memilih yang memungkinkan manusia memilih jalan salah sehingga masuk neraka. Kelemahan ini perlu diwaspadai oleh manusia agar dapat mengendalikan dirinya dan mengatasi kelemahannya dengan cara mengamalkan nilai-nilai Islam.