Sifat Manusia
Rabu, 24/09/2008
Jiwa manusia diberi dua jalan yaitu takwa dan kesesatan. Jalan yang benar adalah jalan takwa sedangkan jalan yang salah adalah jalan fujur. Manusia yang bertakwa adalah manusia yang senantiasa membersihkan dirinya. Jiwa yang bersih akan memunculkan sifat seperti syukur, sabar, penyantun, penyayang, bijaksana, suka bertaubat, lemah lembut, jujur, dan dapat dipercaya, hingga akhirnya akan memperoleh keberhasilan. Allah memberikan dua pilihan kepada manusia. Manusia dengan potensi yang dimilikinya sangat mampu untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Oleh karena itu, balasan yang diberikan Allah sangat tergantung kepada pilihan apa yang diambil manusia. Apabila fujur yang diambil maka nerakalah balasannya, sedangkan pilihan ketakwaan maka surga tempatnya. Balasan ini merupakan keadilan Allah kepada manusia. Mereka yang mengambil jalan ketakwaan akan mendapatkan sifat-sifat terpuji. Sifat terpuji yang diamalkan oleh orang yang bertakwa akan membawa kehidupannya baik dan diterima oleh masyarakatnya.
Sedangkan manusia yang menjalani hidupnya dengan jalan yang salah akan mengotori jiwanya. Mereka yang memperturutkan syahwatnya cenderung bersifat tergesa-gesa, berkeluh kesah, gelisah, enggan berbuat, bakhil, kufur, susah payah, senang berdebat, membantah, zalim, jahil, merugi dan akhirnya mereka akan merasakan kegagalan. Sifat tidak terpuji merupakan hasil dari pilihan jalan kesesatan yang diambil manusia, sehingga mereka tidak disenangi oleh masyarakatnya dan tidak memperoleh kehidupan yang berbahagia.
