Mail to Friends

Diterimanya Ibadah

Jumat, 04/02/2011

Mengenal manusia atau pengenalan terhadap diri sendiri merupakan jalan untuk memperlancarkan kegiatan ibadah. Setelah mengenal potensi dan fungsi manusia, maka manusia semestinya sadar bahwa manusia perlu beribadah sebagai konsekuensi dirinya sebagai ciptaan.

Ibadah mempunyai beberapa persyaratan yang dapat mengabulkan ibadah itu sendiri. Oleh karena itu, individu yang tidak memahami syarat ibadah maka dikhawatirkan tidak dapat melaksanakan ibadah dengan baik. Perlunya ilmu dalam beribadah agar ibadah dapat diterima di sisi Allah SWT. Persyaratan ibadah mesti berdasarkan dalil yang kuat dan dicontohkan oleh Nabi SAW sebagai amalan ibadahnya. Ibadah yang tidak berdasarkan sunah Nabi SAW maka telah melaksanakan bidah yang ditentang oleh Allah SWT. Rasul bersabda setiap bidah adalah ditolak dan yang ditolak adalah masuk neraka. Karena bahayanya beribadah tidak mengikuti syarat, maka diperlukan pengetahuan tentang persyaratan apa saja dalam beribadah sehingga diterima oleh Allah SWT.

Qobulul ibadah mempunyai beberapa persyaratan. Apabila kita menjalankan persyaratan tersebut maka ibadah kita akan diterima oleh Allah SWT. Ibadah itu sendiri dibagi menjadi dua bagian yaitu ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah. Ibadah mahdhah adalah ibadah khusus yang mempunyai syarat yaitu niat yang benar, sesuai syariat, serta mengikuti cara yang telah ditentukan dalam manhaj. Sedangkan ibadah ghairu mahdhah mempunyai ciri-ciri niat yang ikhlas, aktifitasnya tergolong dalam amal saleh, serta wajib mengikuti manhaj.

Baik kegiatan ibadah khusus atau kegiatan ibadah tidak khusus, perlu mengikuti minhaj (pedoman) yang dicontohkan oleh Nabi SAW dan tidak ada larangan dari Islam. Ibadah khusus harus sesuai dengan minhaj berupa syariat, manakala ibadah tidak khusus lebih bersifat umum tentang kehidupan sehari-hari di luar kegiatan ibadah khusus. Oleh karena itu, ibadah dalam Islam mencakupi seluruh kegiatan kehidupan manusia.